Senin, 16 Februari 2015

Nama Kelompok

Erwin Prasetyo : 9
Johan As Hari  : 13
M. Dhimas A.   : 15
Vicky Aldianto : 26

Pengertian

Pengertian Virus Ebola


Virus Ebola menjadi momok mematikan warga masyarakat dunia. Virus ini sangat mematikan dan sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. Bahkan para dokter dan perawat harus menggunakan pengamanan ekstra untuk pakaian dan semua alat medis agar tidak tertular korban Ebola. Virus ini merebak di Afrika. Apakah akan masuk ke Indonesia? Belum ada yang tahu. Hanya saja, pemerintah sudah memberikan travel warning bagi para jamaah haji dan juga warga yang akan bepergian ke Afrika dan Arab.

Penyebab dan diagnosis

Penyebab dan Diagnosis

Virus mungkin ditularkan melalui kontak melalui darah atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi (biasanya monyet atau kelelawar).Penyebaran lewat udara belum pernah tercatat dalam lingkungan alami. Kelelawar buah diyakini dapat membawa dan menyebarkan virus tanpa terjangkit. Begitu terjadi infeksi pada manusia, penyakit ini dapat menyebar pada orang lain di sekitar. Pria yang selamat dari penyakit ini dapat menularkannya lewat sperma selama hampir dua bulan. Pada proses diagnosis, biasanya penyakit lain dengan gejala serupa, seperti malariakolera dan demam berdarah virus lainnya harus dikecualikan terlebih dahulu. Untuk memastikan diagnosis, sampel darah diuji untuk antibodi virus, RNA virus, atau virus itu sendiri.

Sejarah Asal Mula Virus Ebola


Sejarah Asal Mula Virus Ebola


Ebolavirus pertama kali muncul pada tahun 1976 di wabah Ebola demam hemorrhagic di Zaire dan Sudan. Seorang pekerja toko di Nzara, Sudan, tiba-tiba sakit. Lima hari berselang, ia meninggal dunia. Dengan kematiannya, dunia tanpa sadar menyaksikan dampak dari virus Ebola pertama, 27 Juni 1976.

Virus ini kemudian menjadi wabah penyakit ebola di seluruh area tersebut. Dilaporkan terjadi 284 kasus, setengah di antaranya membuat korban sekarat. Gejala dari Ebola hemorrhagic fever (EHV) biasanya dimulai empat hingga 15 hari sesudah seseorang terinfeksi. Rata-rata gejala yang dialami berupa sakit seperti flu, demam tinggi, dan nyeri.

Semua gejala di atas biasanya diikuti dengan diare, muntah, serta kemunculan ruam di seluruh tubuh. Lalu dimulailah gejala menyakitkan seperti keluarnya darah dari semua lubang di tubuh. Dilanjutkan dengan rusaknya organ-organ internal si penderita. Masuk hari ketujuh hingga kesepuluh, muncul rasa kelelahan, dehidrasi, dan shock.

Dokter yang merawat para korban awal sadar bahwa virus ini terjadi ketika ada kontak yang cukup dekat. Sebagai contoh, di Rumah Sakit Maridi, Sudan, 33 dari 61 suster yang merawat pasien penderita Ebola, akhirnya ikut tewas karena virus tersebut.

Cara menghindari penyakit ebola dengan mudah

Cara menghindari penyakit ebola dengan mudah


Berhubung karena obat untuk virus mematikan nomer wahid ini belum ditemukan obatnya, maka cara terbaik adalah menghindari penyakit akibat virus ebola ini dengan cara menjaga kesehatan dan kebersihan di lingkungan kita.

Menghindari Virus Ebola
















virus ebolaVirus ebola menjadi virus yang sangat serius sorotan dunia khususnya WHO  hal ini karena virus yang berasal dari Afrika ini mampu menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia.
Hingga saat ini obat untuk virus ebola masih belum bisa dipastikan namun beberapa isu akan ada pada tahun 2015 mendatang. Penyebaran ebola terbilang cepat dan sangat mudah menular pada manusia serta mampu mematikan setiap korbannya tanpa ampun.
Nah, untuk itu ketahui ciri-ciri penderita dan  bisa menghindari sedari dulu sebelum virus ebola ini menyerang kita ,berikut tips dan caranya :
1. Menghindar dari sumber ebola
Ini tips yang harus anda lakukan sebelum mengunjungi sebuah negara tujuan ketika anda hendak touring,traveling sebagai contoh ingin travelinke afrika maka hal yang harus diperhatikan adalah mengetahui informasi dan isu kesehatan di negara tersebut melalui beberapa sumber terpercaya seperti majalah,koran,televisi ataupun media online.
2. Mencuci tangan menggunakan sabun
Hal ini juga menjadi dasar pola hidup sehat yang harus dibiasakan, sebelum mengonsumsi makanan maupun minuman sebaiknya mencuci tangan menggunakan sabun sebersih mungkin , karena dikhawatirkan tangan anda tidak steril yakni mengandung kuman,bakteri ataupun virus ebola.
3. Hindari kontak fisik
Karena penyebaran dan penularannya sangat cepat maka hindari kontak langsung dengan penderita , gunakan selalu masker dan sarung tangan ketika berkomunikasi ,hal ini dikhawatirkan menular kepada anda, hindari juga air liurnya karena bisa menjadi media virus ebola dalam penyebarannya.
4. Terapkan pola sehat dan gizi seimbang
Menerapkan pola hidup sehat seperti oahraga secara teratur dan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gizi seimbang adalah wajib anda perhatikan. Perkaya konsumsi makanan dengan protein,mineral,vitamin dan lainnya. Ini akan membuat sistem imun anda tetap kebal dari pengaruh ebola.
5. Ikuti prosedur medis
Jika anda seorang perawat maka ikutilah prosedur medis yang sudah ada sebelumnya. Seperti menggunakan pelindung diri yakini masker,sarung tangan dan perisai mata.

Gejala Terkena Virus Ebola

Gejala Terkena Virus Ebola

Masa inkubasinya virus mematikan ini dapat berkisar dari 2 sampai 21 hari tetapi umumnya 5-10 hari. Awal gejala termasuk demam tinggi, sakit kepala parah, sakit perut, kelemahan parah, kelelahan, sakit tenggorokan, mual, pusing, internal dan eksternal pendarahan. Gejala-gejala awal ini bisa mirip dengan malaria, demam tipus, disentri, influenza, atau berbagai infeksi bakteri lain.
Ebola dapat menyebabkan gejala yang lebih serius, seperti diare, kotoran berdarah atau gelap, muntah  darah, mata merah, distension dan pendarahan arteriola sclerotic, petechia, penyakit ruam dan purpura. Gejala lain, sekunder termasuk hipotensi, hypovolemia dan tachycardia. Interior pendarahan yang disebabkan oleh reaksi antara virus dan platelet yang memproduksi bahan kimia yang akan dipotong sel-ukuran lubang dinding kapiler.
Kadang-kadang terjadi internal dan eksternal pendarahan dari lubang, seperti hidung dan mulut, juga dapat terjadi, juga dari luka-luka yang sembuh belum sepenuhnya diketahui cirinya seperti jarum-lubang situs. Ebola virus dapat mempengaruhi tingkat sel darah putih dan platelet, mengganggu pembekuan darah.




Tanda-tanda dan gejalanya

Tanda-tanda dan gejalanya


Gejalanya biasanya dimulai dengan 
influenza yang tiba-tiba dimana penderita merasa lemas, demam, lemah (weakness), tidak suka makan (anorexia), nyri otot (myalgia), nyeri sendi (arthralgia), sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Demam biasanya lebih tinggi dari 38.3 °C (100.9 °F). Sering diikuti muntah-muntah, mencret-mencret (diarrhea) dan sakit perut bagian atas dan bawah.Kemudian, nafas menjadi pendek, dada sakit, juga pembekakan (edema), dan kesadaran berkurang (confusion). Sekitar separuh kasus, penderita mengalami 'maculopapular rash' pada kulit yang terjadi 5 sampai 7 hari, setelah gejala pertama terjadi.Masa inkubasi antara 2 sampai 21 hari.Paling sering antara 4 sampai 10 hari. Walaupun begitu ada 5 persen masa inkubasi yang mencapai lebih dari 21 hari.
Pada beberapa kasus, pendarahan dalam dan luar dapat saja terjadi, 5 sampai 7 hari, setelah gejala pertama terjadi.. Semua penderita yang terinfeksi menderita kesulitan pembekuan darah.Pendarahan dari selaput mulut, hidung dan tenggorokan serta dari bekas lubang suntikan terjadi pada 40-50 persen kasus. Hal ini menyebabkan muntah darah, batuk darah dan berak darah.Pendarahan pada kulit menyebabkan petechiaepurpuraecchymoses or hematomas (terutama sekitar tempat injeksi).Mata menjadi merah karena pendarahan dapat juga terjadi. Pendarahan berat jarang terjadi, dan jika terjadi biasanya terlokalisasi di saluran pencernaan.
Kesembuhan (recovery) mulai terjadi antara 7 sampai 14 hari, setelah gejala pertama terjadi. Kematian, jika ini terjadi, biasanya antara 6 sampai 16 hari, setelah gejala pertama terjadi, dan sering kali, karena 'syok' tekanan darah rendah akibat akibat kekurangan cairan.Pada umumnya, pendarahan seringkali menunjukkan hal yang buruk, kehilangan darah dapat menyebabkan kematian. Seringkali penderita mengalami koma, sebelum kematiannya. Penderita yang selamat seringkali mengalami sakit otot dan sendi secara terus menerus, pembengkakan hati, berkuangnya pendengaran, dan mungkin mengalami hal-hal sebagai berikut: merasa capai, lemas berkelanjutan, berkurangnya nafsu makan, dan kesulitan mencapai berat semula sebelum sakit. Antibodi terbentuk untuk sekurangnya 10 tahun, tetapi belum jelas apakah penderita yang selamat akan kebal terhadap infeksi berulang. Dan sesesorang yang telah sembuh tidak akan menyebarkan penyakit lagi.

Penyebaran Virus Ebola

Penyebaran Virus Ebola



Manusia, secara alami, bukanlah inang tempat perkembangbiakan virus ebola. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan sumber penularan adalah dari hewan. Namun setelah orang terinfeksi, penyakit ini dapat menular dari orang ke orang melalui darah, liur, lendir, dan berbagai cairan yang dikeluarkan oleh tubuh lainnya.
Di negara-negara di mana ebola telah terjadi, penyakit sering menyebar di antara para tenaga medis yang melakukan kontak dengan pasien tanpa pakaian pelindung atau masker. Pengunaan kembali jarum yang terkontaminasi juga bisa menjadi medium penularan.


Pengobatan dan Pencegahan Pada Gejala Penyakit Ebola

Pengobatan dan Pencegahan Pada Gejala Penyakit Ebola
Sampai sekarang memang belum ada obat atau vaksin yang bisa menyembuhkan penyakit Ebola, sebagaimana di laporkan laman gejalapenyakit.com di bawah ini.Dalam pengobatan pada gejala penyakit Ebola ini sebenarnya belum ada obat yang 100% dapat menyembuhkan dengan total, pengobatan yang dilakukan biasanya hanya dengan antivirus untuk melawan virus menyerang semakin banyak.
Penderita biasanya dirawat di rumah sakit secara intensif dengan obat-obatan yang membantunya untuk menjaga kondisi tubuh agar masih bisa bertahan dalam melawan virus tersebut.Pendarahan yang sering terjadi pada penyakit ini, biasanya penderita akan memerlukan tranfusi darah untuk mengganti darah yang sudah keluar. Karena penyebaran yang cukup cepat seperti hanya dengan sentuhan kulit, maka pencegahan yang bisa dilakukan adalah sebisa mungkin untuk tidak kontak secara langsung dengan penderita, dan jika ada keluarga menderita penyakit ini sebaiknya dilakukan perawatan di rumah sakit untuk meminimalisir angka penularan yang terjadi.Dan jika menemukan korban yang meninggal akibat penyakit ini, diusahakan untuk tidak terjadi kontak secara langsung. Dan selalu menjaga kesehatan untuk meningkatan selalu sistem kekebalan tubuh untuk menjaga tubuh dari serangan virus dan bakteri akibat penyakit.